CUKUPLAH ALLAH



YANG TAHU PROSESMU ADALAH ALLAH

Dalam hidup ini, setiap orang pasti telah mengalami suatu proses. Entah itu proses yang baik, ataupun yang buruk. Namun tahukah anda? Setiap berproses pasti kita akan menemukan banyak masalah ataupun hal yang menghambat untuk mencapai hasil akhir yang menjadi tujuan kita. Saya rasa semuanya sudah tahu, ehehe.

Masalah slalu akan datang dari segala bentuk dan arah. Mulai dari diri sendiri, teman, sahabat, keluarga, bahkan orang yang tidak anda kenal sekalipun. Hal ini menjadi suatu yang harus kita garis bawahi dan disiapkan ketika kita akan melakukan suatu proses. Proses apakah itu? Tentunya proses hijrah.

Kita sering menemukan ada orang yang menjadi objek cibiran ataupun cacian yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang tidak mengerti apa yang menjadi dasar dan tujuang orang yang hendak berhijrah tersebut. Diantarnya ada yang mengatakan cadar itu radikal, terorisme, bahkan ada yang mengatakan so soan hijrah, ikut-ikutan trend dan lain sebagainya. Lantas, bagaimanakah kita menyikapinya? Saya rasa itu adalah jawaban yang relatif. Kembali kepada diri kita sendiri.

Yang jadi pertanyaanya adalah Hijrahmu untuk siapa duluu?

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari ‘Umar, dia berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya balasan yang akan diperoleh seseorang dari amalnya juga sesuai niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk meraih keridhaan Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk meraih keduniaan atau seorang wanita yang ingin diperistrinya, maka dia akan mendapatkan balasan sesuai niatnya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

          Nah, kamu termasuk yang mana? Karena Allah kah? Rasulnya kah? Atau karana si doi? ehehe. Yang jelas adalah apapun yang kita niatkan semata-mata karena mengharap ridha Allah, maka, kita akan mendapadat ridha Allah pula, begitupun sebaliknya.

          Jadi, jika prosesmu karena Allah, maka cupkuplah kamu dan Allah yang tahu. Tidak usah menghiraukan orang lain tidak usah memikirkan cibiran orang lain, karenaAllah Maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]: 216) Begitu gaes hehe. Semoga bermanfa’at.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.